<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Erwienakbarsaputra's Blog</title>
	<atom:link href="http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 04:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='erwienakbarsaputra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Erwienakbarsaputra's Blog</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/osd.xml" title="Erwienakbarsaputra&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ANAK KAMPUS JADI POLITIKUS, GIMANA YA&#8230;&#8230;?????</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2010/07/14/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya-2/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2010/07/14/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 04:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tak terasa pemerintahan SBY pada periode ini hampir berakhir. Pada tahun 2009 ini lagi marak-maraknya isu tentang pemilu. Banyak masyarakat yang berusaha ikut terlibat dalam masalah ini. Masing-masing parpol berusaha menunjukkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki. Tanpa terkecuali, mahasiswa pun tak mau ketinggalan untuk ikut terlibat. Kuliah bukanlah suatu halangan bagi mahasiswa untuk berkecimpung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=6&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah tak terasa pemerintahan SBY pada periode ini hampir berakhir. Pada tahun 2009 ini lagi marak-maraknya isu tentang pemilu. Banyak masyarakat yang berusaha ikut terlibat dalam masalah ini. Masing-masing parpol berusaha menunjukkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki.<br />
Tanpa terkecuali, mahasiswa pun tak mau ketinggalan untuk ikut terlibat. Kuliah bukanlah suatu halangan bagi mahasiswa untuk berkecimpung dalam dunia politik. Malah ini merupakan suatu nilai tambah yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Pengalaman yang di dapat sangat bermanfaat untuk kehidupan dimasa depan.<br />
Masyarakat diberikan kebebasan untuk ikut terlibat dalam dunia politik, karena dunia politik ini bersifat terbuka. Apalagi di negara kita ini menganut sistem demokrasi yang mana semuanya diserahkan sepenuhnya kepada  rakyat. Tapi, dalam dunia politik itu tak semua orang mampu menjalaninya dan mengemban amanah. Bahkan untuk seorang mahasiswa pun tentunya harus memiliki kemampuan, keberanian, pengalaman, serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar atas keputusan yang telah diambil.<br />
Dengan maraknya kondisi politik saat ini, memungkinkan banyak orang yang berminat untuk terlibat dalam menduduki kursi pemerintahan. Namun, dikhawatirkan kondisi ini hanya dimanfaatkan sebagai media untuk mencai keuntungan sebagian pihak atau hanya ingin eksis semata.<br />
” Menurut aku teman-teman yang ikut menjadi caleg mungkin Cuma ingin terlihat eksis, trus mungkin kan lagi Rame tu, jadi coba-coba ikut, siapa tau bisa terpilih” ungkap Tata mahasiswi semester 3 Bikons.<br />
” Tapi bisa juga mereka yang ingin mencalonkan diri menjadi caleg, benar-benar murni dan serius ingin ikut terlibat dalam dunia politik, jadi secara tidak langsung pengetahuan yang di perolehnya di perkuliahan merupakan suatu langkah awal untuk membantunya terjun di sana” tutur Feridha mahasiswi FKIP<br />
Mungkin itu yang tergambar dipikiran teman-teman kita, dan tidak semua beranggapan bahwa menjadi caleg adalah sesuatu yang berat.<br />
” Wah aku setuju sekali kalau ada mahasiswa yang berani ikut dalam pencalonan sebagai caleg, berarti dia pintar dalam berorganisasi” jelas Ly salah satu mahasiswi FEKON”07.<br />
	Bagaimanapun, saat ini memang sangat banyak orang-orang yang berambisi kuat untuk mencoba untuk menduduki kursi pemerintahan. Memang tidak ada salahnya, namun kita tahu bahwa setiap keputusan yang diambil pasti memiliki tanggung jawab tertentu, jadi harus seruus dalam menjalaninya serta walaupun ada persaingan diharapkan menunjukan persaingan yang sehat.<br />
Siapapun yang menang, itulah yang terbaik dan amanah yang diemban bisa dijalankan.<br />
( Msy dan Rsdh) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=6&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2010/07/14/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah intelektual</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/sejarah-intelektual/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/sejarah-intelektual/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/sejarah-intelektual/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah intelektual Materi Sejarah di batasi karena 1. Hal – hal yang merubah keadaan 2. Pembatasan berdasarkan tema 3. Sejarah dilihat di lingkungan geografisnya 4. Pembagian berdasarkan tema yaitu sejarah intelek Yang berdasarkan sejarah tematis adalah • Sejarah Sosial • Sejarah Pendidikan • Sejarah Ekonomi • Sejarah Politik Intelektual adalah tema agar manusia berpikir intelektual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=27&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah intelektual</p>
<p>Materi Sejarah di batasi karena<br />
1.	Hal – hal yang merubah keadaan<br />
2.	Pembatasan berdasarkan tema<br />
3.	Sejarah dilihat di lingkungan geografisnya<br />
4.	Pembagian berdasarkan tema yaitu sejarah intelek</p>
<p>Yang berdasarkan sejarah tematis adalah<br />
•	Sejarah Sosial<br />
•	Sejarah Pendidikan<br />
•	Sejarah Ekonomi<br />
•	Sejarah Politik</p>
<p>Intelektual adalah tema agar manusia berpikir intelektual berkenaan dengan : Akal, pemiikiran, penggunaan akal, bekerjanya akal, berpikir, hasil pemikiran / dampak pemikiran, siapa yang memikirkan. Jadi sejarah intelektual itu tetap mempelajari tentang manusia yang menyangkut hal di atas.</p>
<p>PERIODESASI<br />
Eropa sampai dengan<br />
1.	Periode Yunani<br />
o	Kosmologis<br />
o	Antropologis<br />
o	Sistematik</p>
<p>2.	Romawi : Hellenisme<br />
o	Etika<br />
o	Religius</p>
<p>3.	Abad Pertengahan</p>
<p>4.	Renaissance, Reformasi, Pencerahan</p>
<p>5.	Jerman ( filsuf – filsuf )</p>
<p>6.	Abad ke – 19 </p>
<p>7.	Modern</p>
<p>8.	Post modernisme</p>
<p>Di Timur </p>
<p>1.	Mesopotamia<br />
2.	Mesir<br />
3.	India ( Mahabrata, Ramayana )<br />
4.	Persia<br />
5.	Cina ( Tiongkok )<br />
Terjadi pada masa klasik<br />
6.	Islam : Damsyik → Baghdad + Cordoba</p>
<p>Perkembangan Pemikiran Manusia<br />
Manusia berpikir tentang<br />
1.	Kesemestaan ( segalanya hingga muncul filsafat<br />
2.	Terpilah ( Spesialisasi ) hingga muncul ilmu eksakta dan ilmu sosial<br />
3.	Praktek hingga muncul teknologi ( seni )</p>
<p>Pemikiran  &#8211; pemikiran manusia disebut aliran paham atau isme. Dari isme ini ada paham yang filose, teoritis atau ilmiah yang mengutamakan pada bukti dan pengalaman. </p>
<p>14, September 1998</p>
<p>PENGERTIAN SEJARAH INTELEKTUAL</p>
<p>1.	Apa saja yang merupakan buah pikiran / akal budi<br />
Seluruh dari akal budi, yang mencakup<br />
1.	Masalah Politik<br />
2.	Masalah Sosial<br />
3.	Masalah Budaya<br />
4.	Masalah Ideologi</p>
<p>Atau lebih erat tentang filsafat jadi pemikiran ini dari waktu ke waktu. Zeitqust artinya jiwa jaman.<br />
1.	The Spirit of the age ( Semangat zaman )<br />
2.	Abstract Conception of Intelectual ( Abstrak dari pemikiran Manusia )<br />
3.	Gagasan – gagasan dalam pemikiran manusia<br />
4.	Sejarah intelektual merupakan  bagian dari sejarah</p>
<p>CRANE CLINTON<br />
1.	Sejarah Intelektual di Amerika serikat<br />
Istilah – istilah yang ada :<br />
1.	Cultural history ( Sejarah Kebudayaan )<br />
2.	Social Ideas ( Ide – ide Sosial )<br />
3.	History Of  Ideas ( Sejarah Ide – ide )</p>
<p>2.	Pokok – pokok masalah dalam sejarah intelektual adalah data apa saja yang ditinggalkan oleh aktifitas pikiran – pikiran manusia.<br />
o	Siapa yang menghasilkannya<br />
o	Bagaimana hasil intelektual mendekati Sosiologi</p>
<p>3.	Sejarawan intelektual : Berkepentingan dengan :<br />
o	Sejarah filsafat<br />
o	Pemikiran apa yang terjadi dengan ide – ide </p>
<p>Tokoh – tokoh intelektual sejarah intelektual<br />
o	Di Amerika Serikat → James Harvey Robinson<br />
o	Di Jerman → Dilthey dan Max Webber</p>
<p>Bila dibandingkan dengan sifat materi yang kongkret dari kelembagaan, ekonomi, sosial, konvensional materi sejarah intelektual kelihatannya samara – samara dari Swan ditetapkan dari kehidupan yang nyata. Sejarawan intelektual  selalu mencoba jadi seorang pemikir daripada seorang bercerita.</p>
<p>Tipe – tipe sejarah Intelektual<br />
1.	Mengembangkan fakta<br />
Misalnya :<br />
o	Siapa menulis apa<br />
o	Bagaimana dipublikasikan<br />
o	Apa tanggapan yang muncul</p>
<p>2.	Kartografi ide – ide / pengelompokkan<br />
Ide – ide ( Cluster of ideas )<br />
Byu di Amerika Serikat tokohnya Arthur Okvejoy</p>
<p>3.	Mencari hubungan antara apa yang dikatakan dengan apa yang dikerjakan / dilakukan.</p>
<p>	Tipe – tipe Penelitian<br />
	Sejarawan intelektual berusaha mendapatkan sumber bahan untuk pendapat dan sikap dari sekurang – kurangnya.<br />
	Contoh lapisan itu pada masyarakat tertentu yang menurut pendapatnya ada hubungan dengan ide – ide yang sedang ia bahas. Bidang yang sangat luas yang dkenal dengan kesusastraan orang Mesir kuno, Yunani dan Cina dan lain – lain dapat dikatakan lambang informasi mengenai opini dan sikap yang berhubungan dengan intelektual.</p>
<p>	Ide 							Kehidupan Manusia<br />
	Gagasan         ────────── &gt;    	          		─────────────<br />
	Pemikiran						Kelompok Masyarakat</p>
<p>	Ankersmith : Sejarah Intelektual<br />
1.	Apa yang dipikirakan manusia pada masa silam refleksi dari tingkat manusia atau refleksi dari ideologis.<br />
2.	Bagaimana Sejarah Intelektual menempatkan pemikiran secara terhormat.<br />
3.	Struktur pemikiran manusia.<br />
Bertahannya lebih lama daripada struktur fisik manusia<br />
4.	Sifat universal dari pikiran<br />
Maksudnya pemikiran tidak terbatas tanpa mengenal waktu dan tempat<br />
5.	Pertanyaan  -pertanyaan pokok dalam sejarah intelektual<br />
1.	Bagaimana pola pemikiran manusia pada masa lampau<br />
2.	Hubungan dengan kehidupan dunia<br />
3.	Sarang konseptual<br />
6.	Obyek sejarah intelektual<br />
o	Sejarah filsafat dan sejarah ilmu<br />
o	Sejarah mentalitas dan sosiologi pengetahuan </p>
<p>Sejarah Intelektual merupakan sejarah yang abstrak tapi tidak sepenuhnya karena adanya kehidupan yang konkret</p>
<p>Kritik terhadap sejarah intelektual tradisional yaitu :<br />
1.	Kontektualisme<br />
2.	Menuju<br />
3.	Tekstualisme<br />
Isi teks</p>
<p>21, September 1998</p>
<p>PERKEMBANGAN ERA YUNANI DAN ROMAWI</p>
<p>		Peradaban yang ada di Yunani Romawi adalah dasar peradaban Eropa Barat. Sparta militerisme ( Athena – kebudayaan – filsafat → ilmu pengetahuan karena peradaban Yunani. Istilah barat bersumber  dari Yunani. Barat secara umum Amerika imigran dari Barat, Barat secara khusus Eropa.</p>
<p>1.	Apa pentingnya pemikiran<br />
2.	Darimana rangsangan berpikir<br />
3.	Bagaimana perkembangan pemikiran itu.</p>
<p>1.	Pemikiran : cermin dari sikap<br />
Apa yang dipikirkan adalah timbul dari keadaan dari luar apa yang ada pada masa lampau. Gagasan, idea yang muncul dari masyarakat itu melengkapi kondisi masyarakat itu.</p>
<p>2.	Rangsangan berpikir dari fenomena masyarakat menimbulkan rangsangan pemikiran.</p>
<p>3.	Karena kita tahu berapa pentingnya pemikiran. Akar pemikiran bersumber dari Yunani dan Romawi.<br />
	Pemikir – pemikir lahir dari yunani dan Romawi<br />
1.	Di sana pusat perdagangan dan perniagaan. Daerahnya berbatu – batu. Karenanya perdagangan banyak yang kaya karena itu tidak memikirkan masalah kebutuhan pokok jadi sempat memikirkan hal lain.<br />
2.	Tipe mereka perantau, mereka tak betah untuk tinggal dirumah ada yang ke pasar sehingga terjadilah interaksi<br />
3.	Mereka seiring membicarakan suatu masalah bersama – sama.</p>
<p>Perkembangan pemikiran pada awal pemikiran orang Yunani tentang alam → filosofi alam : apa inti alam ini. Berpikir filsafat adalah berpikir yang tidak nampak sampai nampak hingga tidak bisa terjawab lagi ( Radix ) hidup itu bagai air yang mengalir ( Pantarei ) tidak tetap selalu berubah. Pemahaman tentang alam dari pemikiran karena ada ( Pemikiran ) yang asal, yang ada, timbul suatu kesempatan inti dari semua permasalahan adalah gagasan, ide dari alam ke manusia sufisme akhirnya muncul masalah etika →masalah yang berhubungan dengan aturan – aturan di dalam hidup bermasyarakat.</p>
<p>Dari sufisme  → filosof klasik<br />
Misalnya Aristoteles.</p>
<p>2 macam pikiran Aristoteles<br />
1.	Sylogisme ( apodiktik ) berpikir secara deduksi yakni berpikir dari umum ke khusus<br />
2.	Induksi ( dari khusus ke umum )</p>
<p>30, September 1998</p>
<p>Yunani</p>
<p>1.	Periode kosmologis	:	Alam raya ( kosmos ) jagad raya ± 600 SM<br />
2.	Periode Antropologis	:	Anthropos → manusia ± 450 SM<br />
3.	Periode Sistematik	:	Sistem ± 400 SM</p>
<p>Aliran dan Tokoh<br />
1.	Milesian School ( Aliran Milesian )abad ke – 65 SM<br />
Tokoh : Thales<br />
	  Anaximandes<br />
	  Uniximines</p>
<p>2.	Eleatie School School ( Aliran Elea )<br />
Tokoh : Xenophanes abad ke – 6 dan ke – 5 SM<br />
	 Paminides<br />
	 Zono<br />
	 Melissos</p>
<p>3.	Aliran Sophisme<br />
Tokoh : Socrates<br />
	 Plato<br />
	 Aristoteles</p>
<p>Di Yunani ada 2 negara yaitu Sparta dan Athena ini merupakan pemerintahan.</p>
<p>Romawi</p>
<p>Barat  Yunani ( Byzantium )<br />
Roman dan Hellenisme</p>
<p>Romawi abad ke 3 dan ke – 2 SM :</p>
<p>Ada 2 periode dalam perkembangan Romawi yaitu :<br />
1.	Periode Etka ( Ethical Period )<br />
Di bahas tentang tipe ideas dari emnusia yang bijaksana kebebasan, dari kemauan dan kesempurnaan daridunia universal serta kriteria – kriteria kebenaran </p>
<p>2.	Periode religius ( Religions Period )<br />
Dibahas tentang :<br />
o	Tuhan dan dunia<br />
o	Semangat dan Benda</p>
<p>Beda pemikiran / aliran – aliran adalah<br />
Materi, cara dan pembahasan dari pemikiran. Dalam periode Roma ini dapat dikelompokkan aliran – aliran pemikiran yang mempunyai kaitan dan perkembangan pemikiran Yunani.</p>
<p>Diantara aliran – aliran itu adalah<br />
1.	Aliran Academic<br />
2.	Aliran Pheripetatic </p>
<p>Selain 2 aliran itu ada 2 tokoh yang juga kemudian membentuk aliran – aliran pemikiran yang dikembangkannya yaitu : tokoh Zeno ( 340 – 265 SM ). Alirannya disebut Sloic ( Stoa ) School, dan tokoh berikutnya Epicyres aliran Epicurean School  ????? 341 – 270 SM. Setelah periode Roma ini di Eropa memasuki abad pertengahan yang corak pemikirannya adalah religius dan dogmatis.</p>
<p>Asia	/	Pemikiram Timur</p>
<p>India			       Tiongkok</p>
<p>			   Damaskus ( Syria )<br />
Persia		Islam  	   Baghdad<br />
			   Cordoba</p>
<p>Pemikiran- pemikiran intelektual dan filsafat di dunia Timur lebih bercorak metodologis, Spritual dan religius dan Simbolik.	</p>
<p>1.	Suatu yang dipikirkan ada tapi tidak bisa dibuktikan → mitos<br />
2.	Semangat pemikiran → Spritual<br />
3.	Kepercayaan → Religius </p>
<p>Misal :<br />
o	Zoroaster / Zarathustra ( persia )<br />
o	Hinduisme, Budhisme, Konfusianisme<br />
o	Budhisme → Manusia → Sang Budha ( Gautama Sidharta )<br />
o	Konfusianisme : Khong Hu Tzu</p>
<p>Beda :<br />
	Pemikiran Eropa 	: Mengenai alam / materialistik<br />
		      Timur	: Mengenai agama / religius.</p>
<p>Persia</p>
<p>Zoroastrianisme<br />
Persia adalah sebuah imperium yang sangat luas sebelum Alexandros mayor yang melengkungi tidak hanya, suku – suku bangsa di Asia Barat tetapi juga orang – orang Yunani, Yahudi di Mesir, sejarah intelek. Di Persia mencatat pemikiran yang cemerlang dari Zarathustra atau Zoroaster ( ± 600 SM ). Salah seorang pemikir modern yang tertarik akan pesan – pesan pernah difokuskan oleh Zoroaster adalah seorang pemikir modern yang tertarik akan pesan – pesan pernah difokuskan oleh Zoroaster adalah seorang filsuf Jerman yaitu FREDERICH NIETSZCH (1844 – 1900 ).<br />
Ajaran Zoroaster ini pada masa sesudahnya berkembang sebagai agama / religi. Pokok pemikiran dalam Zoroastianisme berisikan Etika dan bersifat analistik. Berisi etika maksudnya menitik beratkan pada moral dalam kehidupan praktis kehidupan yang baik adalah kehidupan yang nermoral atau beretika, sehingga dapat dibentuk masyarakat yang baik dalam dunia suatu dunia yang bebas dari kejahatan.<br />
Zoroaster menekankan agar orang dapat melakukan :<br />
o	Berpikir baik		tood thoughts<br />
o	Berkata baik		words<br />
o	Berbuat baik 		deeds</p>
<p>Sifat Dualistik yaitu adanya pertarungan antara baik dan jahat. Hal ini disimbolkan pada kosmologis → terang dan gelap. Secara mitologis ada dewa Ormudz ( baik ) dan ahriman ( jahat ). Manusia harus memilih antara terang dan cukup antara baik dan jahat antara terang kebenaran dan kepalsuan. Oleh karenanya akan mendapatkan kebahagiaan abadi atau kesengsaraan . Baik dan jahat yang keduanya itu selalu bertaruh merupakan dua prinsip pokok dari kenyataan pandanga demikian ini disebut dualistik</p>
<p>India ± 2500 SM</p>
<p>	Berabad – abad sebelum orang Yunani berfilsafat sudah ada bahan tertulis buah dari pemikiran Hindu. Orang Hindu juga mengetahui bahwa buah semesta ini penuh rahasia.<br />
	Manusia yang ada ditengah semesta itu adalah sesuatu yang kecil yang merupakan arti yang luas timbul kecenderungan manusia untuk menyelidiki dan memahami alam semesta dengan segala isinya termasuk manusia itu sendiri. Dalam hidupnya di dunia manusia merasakan adanya ikatan – ikatan oleh pengaruh kekuatan dan kekuasaan manusiawi dan duniawi.<br />
	Manusia mempunyai kecenderungan untuk  lepas dari ikatan itu. Ahli pikir memutar akalnya utnuk jalan kebebasan. Dalam sejarah ternyata muncul bermacam – macam filsafat Hindu, namun dalam keragaman itu selalu terasa adanya, usaha mencari kebebasan dari ikatan – ikatan yang disebutkan tadi. Jika di Yunani ahli pikir menggunakan akalnya untuk mencapai kebenaran. Namun tidak hanya mencari kebenaran belaka melainkan untuk menemukan jalan lepas dari ikatan dunia agar memperoleh kebebasan yang baginya merupakan kesempurnaan ( moksa ).<br />
	Bahan tertulis yang memuat pikiran Hindu sebenarnya tidak dapat dikatakan hanya memuat filsafat Hindu karena didalamnya termuat pula ajaran yang boleh disebut agama yang berdasarkan kepercayaan. Bahan tertulis yang sangat dihormati Hindu ini disebut Veda.<br />
	Keseluruhan alam pikiran yang merupakan filsafat dan agama / kepercayaan itu disebut orang vedisme selam. ?????  dalam perkembangan filsafat dan kepercayaan India ada pula Jainisme dan Buddhisme ( Budisme )</p>
<p>Duniawi ↔Manusiawi<br />
		   ↓<br />
	        Manusiawi<br />
  └      Alam Semesta  → Lepas dari ikatan duniawi<br />
		     Misteri	      duniawi dan manusiawi<br />
Penaklukan terhadap Penderitaan hidup → Jalan di Jainisme</p>
<p>Shri Kreshna Saksena mengatakan bahwa penyelidikan terhadap filsafat India menunjukkan bahwa sejarah yang konstan / tetapi dari pemikiran filsafat mereka adalah menafsirkan hidup ini secara konkrit dan menemukan dasar – dasar untuk penyelamatan manusia dari penyakit – penyakit kehidupan.<br />
Pemikiran filsafat India yang juga dalam kepercayaan menekankan moksha sebagai tujuan tertinggi dari hidup manusia. Pemikiran ini berdasarkan atas prinsip bahwa ada hanya ada satu dunia yaitu dunia spirit dan hanya ada satu jalan atau  ????? yaitu jalan menurut dharma ( hukum keadilan )<br />
Pemikiran Hindu menekankan bahwa aspirasi yang fundamental dari dharma yang di dalamnya kebaikan seseorang tidak bertentangan dengan kebaikan orang lain.</p>
<p>Tokoh India modern	:<br />
o	Brahma Samaj<br />
o	Arya Samaj</p>
<p>Tiongkok<br />
	Tokoh :<br />
1.	Confusius : &#8211; Kong Hu Tzu<br />
2.	Mo Tzu ( 480 – 390 SM )<br />
Menentang aliran Kong Hu Tzu<br />
3.	Men ci us ( 371 – 289 SM )<br />
─ Meng Tzu atau meng ko<br />
4.	Lao Tzu ( ± 375 SM )<br />
Aliran Taoisme<br />
5.	Husn Tzu ( ± 300 – 230 SM )<br />
1.	Kong Hu Tzu ( Confisius )<br />
Hidup dalam kemerosotan moral di Cina, namun ajarannya dan tindakan – tindakannya berhasil membangkitkan moral dan spritual dan bahkan moral dan Spritual dan bahkan Renaissance kebudayaan diantara orang – orang Cina.<br />
		Kong Hu Tzu mengajarkan dan meminta pengikutnya  ?????  : Ketulusan hati, keadilan, kebajikan, sopan santun, hormat kepada yang tua dan nenek moyang.<br />
		Pengaruh Confusius pada peradaban Cina dekat permanen. Confusius kemudian secara resmi sebagai agama negara tahun 1912.<br />
		Secara tradisional masih berlanjut pada setiap distret di Cina ( Tiongkok )</p>
<p>2.	Lao Tzu<br />
		Ajaran “Taoisme”<br />
		Konsep pokok dari Taoisme adalah tentang “Tao” yaitu gagasan – gagasan mulia dan cara yang benar dalam bertindak. Tao merupakan dasar. Zat yang tidak bisa dipisahkan dan daripadanya segala sesuatu berasal.<br />
		Seseorang karenanya harus serasi dengan tidak menentang, hukum alam, Taoisme menyumbangkan secara mendasar ramuan pemikiran dan spirit bagi Tiongkok.</p>
<p>12, Oktober 1998</p>
<p>Abad pertengahan</p>
<p>	Jatuhnya Romawi Barat oleh serangan orang Barbar. Abad ke – 6 dan ke – 7 disebut abad kekacauan dalam sejarah Eropa. Runtuhnya Romawi Barat mengakibatkan peradaban Romawi baik Kristiani maupun nonKristiani masa pemerintahan Karel Agung atau Charleamgne 742 – 814 dapat menyatukan Eropa Barat dan adanya stabilitas politik yang berpengaruh pada bidang pemikiran kesenian, dll. Zaman ini disebut pertengahan karena menggambarkan suatu rumpun yaitu Eropa Barat.</p>
<p>	Pemikiran abad pertengahan mempunyai ciri :<br />
1.	Dogmatis<br />
2.	Religius / Teosentris<br />
3.	Perkembangan ilmu di sekolah / sekolastik</p>
<p>Skolastik adalah sekolah yang muncul di Ghalia selatan karena di situ ada biara – biara tempat pengungsian ketika terjadi masa kekacauan. Di sanalah tersimpan koleksi karya – karya sejarawan.</p>
<p>Kapittel : Sekolah – sekolah yang terikat pada gereja.<br />
Mata pelajaran yang diberikan :<br />
1.	Trivilium :<br />
o	Bahasa<br />
o	Retorika<br />
o	Dialektika</p>
<p>2.	Quadravium :<br />
o	Ilmu Ukur<br />
o	Ilmu Ukir<br />
o	Perbintangan<br />
o	Ilmu Hitung<br />
o	Musik </p>
<p>Sifat pada ajaran diskolistik adalah mereka harus memahami Alam raya di pelajari oleh filsuf Yunani pada masa itu.</p>
<p>Periode sekolastik dalam abad pertengahan<br />
o	Peiode Awal<br />
o	Periode Puncak Kejayaan<br />
o	Periode Akhir</p>
<p>I.	Periode Awal sekolastik<br />
Tokoh<br />
1.   Johanes Scotus Eriugexia ( 810 – 870 )<br />
      	Pemikiran berdasarkan pemikiran Kristiani. Segala sesuatu di mulai dari iman. Tugas akal adalah mengungkapkan arti dari wahtu Illahi pandangan  &#8211; pandangan yang benar diperoleh dari penafsiran pokok pemikiran Johannes : “ Makin umum sifat sesuatu semakin nyatalah sesuatu itu, yang paling bersifat umum, itulah yang paling nyata. Oleh karena itulah Zat yang sifatnya paling umum tentu memiliki realitas yang paling tnggi. Zat yang demikian itu adalah alam semesta. Alam adalah keseluruhan realitas yang paling tinggi. Zat yang demikian itu adalah alam semesta. Alam adalah keseluruhan realitas. Oleh karena itu hakekat alam adalah Satu / Esa. Masa ini pengaruhnya belum besar masih bersifat mistik karena orang – orang curiga.<br />
	Abad ke – 11 terjadi beberapa perubahan, misalnya saja dialektika yang dulunya dianggap rendah mulai menonjol mulai muncul gereja rasionalitas yang tampak pemikiran teologis. Hingga terjadi pertentangan kaum intelektual ingin meninggalkan pemikiran yang religius mengganti dengan rasional. Sedangkan intelektual ingin mempertahankan pemikiran yang religius → ini disebabkan pengetahuan itu berasal dari wahyu Illahi.<br />
Abad ke – 12 stabilitas sosial politik makin mantap hingga terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dengan pesat. </p>
<p>2.   Anselmus Of Canter bury ( 1033 – 1109 )<br />
		Di dalam pemikiran teologi pemikiran yang bersyair dialektik / pemikiran dengan akal dapat diterima sepenuhnya karena kebenaran – kebenaran yang diwahyukan harus dipercaya terlebih dahulu artinya dapat diterima dulu kemudian kebenaran yang diterima dijelaskan secara dengan pemikiran mendalam. Dengan demikian maka dimulai dari iman maka akan naik kearah pengetahuan sehingga dihasilkan pengetahuan berlandaskan kebenaran.</p>
<p> 3.  Petrus Abaelarous ( 1079 – 1148 )<br />
             	Metode yang dipakai rasionalistis yang menundukkan iman pada akal artinya iman harus mau diawasi oleh akal yang mesti dipercaya adalah apa yang mesti dipercaya adalah apa yang telah disetujui akal dan diterima oleh akal.</p>
<p>II.	Puncak kejayaan skolastik abad 13<br />
	Perkembangan skolastik hingga mencapai puncak kejayaannya dipengaruhi 3 faktor :<br />
1.	Mulai abad ke – 12 ada hubungan dengan pemikiran – pemikiran Yunani dan pemikiran – pemikiran orang dunia Arab ( Islam )<br />
2.	Munculnya universitas –universitas Magestrorum  ?????<br />
3.	Munculnya ordo – ordo baru dalam gereja yang banyak menyumbangkan ilmu – ilmu pengetahuan pada Universitas seperti dominikus<br />
4.	Berkembang pemikiran – pemikiran aristoteles : ─ teologis dalam penelitian.</p>
<p>Tokoh<br />
1.	Abertus Agung ( 1206 – 1280 )<br />
	Berasal dari ordo Dominika. Termasuk orang yang mengajarkan ajaran Aristoteles ke dunia Barat, ia juga memperjuangkan penelitian – penelitian dengan eksperimen<br />
2.	Thomas Aquinas ( 1225 – 1274 )<br />
	Ada dua pengetahuan yang tidak saling bertentangan, tetapi berdiri sendiri secara berdampingan yaitu :<br />
1)	Pengetahuan alam yang berpangkat pada akal serta memiliki hal – hal yang bersifat insani umum sebuah sasarannya.<br />
2)	Pengetahuan iman yang berpangkal dari wahyu dan memiliki kebenaran Illahi yang ada dalam kitab suci sebagai sasarannya.</p>
<p>Pemikiran ini ada pro dan kontra. Tapi akhirnya ia diakui sebagai saint / santo ( orang – orang suci ) tahun 1322. Abad ke – 19 pemikiran ini muncul kembali terutama pada abad pemikiran gereja Khatolik.</p>
<p>III.	Akhir Skolistik<br />
	Dimulai abad ke – 4, dimana orang mulai jemu terhadap pemikiran filsafat yang kontruktif karena di situ ada gejala – gejala pembekuan / kemandekan, hingga muncul aliran – aliran.</p>
<p>1.	Jaman Kuno ( Via, Antiqua )<br />
a.	Thonisme<br />
b.	Scotisme<br />
c.	Agustinus<br />
d.	Albertus</p>
<p>2.	Jalan modern ( Via Modern )<br />
Via modern menolak pemikiran metafisis yang konstruktif, perhatiannya lebih diarah pada cara manusia mengenal segala yang ada meskipun perhatiannya pada teologi tidak kurang namun. Namun perhatiannya lebih diarahkan pada hak – hal ilmiah secara positif bukan pada persoalan – persoalan filsafat karena itu di bidang teologi yang diperhatikan adalah persoalan ( Gereja dan politik yang konkret ).</p>
<p>Tokoh<br />
a.	William of Ockham ( 1285 – 1349 )<br />
Pengenalan bersifat  empiri / pada kenyataannya yang pengenalan intuity yang berdasarkan indera X akal<br />
b.	Nicolas Cusanus ( 1401 – 1464 )<br />
Ia berhasil mempersatukan seluruh pemikiran abad pertengahan menjadi satu sintesa yang besar ????? pemikiran humanis</p>
<p>Pemikiran yang ada di India </p>
<p>						     Hinduisme	→ Kasta →     Alam penuh<br />
			  Religius Moral     ↔ 	↕		           Rahasia. tujuan<br />
Spritual Thought    ↔ 	↨		     Budhisme	→ Tak ada 	mencapai ke -<br />
			  Simbolik Spritual                  ↓                Kasta	basan			         					Cina :- Confusius<br />
-	Taoisme<br />
-	Budhisme<br />
    ↓<br />
							Harmoni / Keseimbangan</p>
<p>	Dalam Hinduisme → Alam penuh rahasia. Manusia mempunyai sesuatu yang kecil di tengah – tengah alam tetapi mempunyai arti yang sangat besar. Karena manusia yang mampu menyelidiki alam dan beserta isinya. Tujuannya untuk mencapai kebebasan atau dikenal Moksha. Maksudnya melepaskan diri dari ikatan dunia dan mencapai kesempurnaan pemikiran di Cina dipengaruhi oleh India jadi Confusius, Taoisme, Budhisme adalah merupakan pandangan di Asia Timur.<br />
	Confusius dan Taoisme lahir dari dinasti Chao ( 1027 – 256 SM ) dianggap pemerintahan yang paling lama di Cina. Pemikiran itu masa Chou akhir ajaran Confusius pengaruh sangat besar dalam hal keterikatan sosial yang ingin dicapai adalah Kiunse ( Manusia yang ideal ) bisa juga diartikan sebagai orang yang bersifat kesatria atau manusia yang berarti lapang atau orang bijak.<br />
	Titik sentral ajaran Confusius adalah hubungan antar manusia berdasarkan kemanusiaan yang sama.</p>
<p>	Di Cina disebut dengan hakekat dari :<br />
1.	Jen<br />
Jen itu sendiri artinya satu kesatuan manusia dalam mencapai 5 hal dalam kehidupannya.<br />
1.	manusia harus punya harga diri<br />
2.	Manusia harus rendah hati / tidak sombong<br />
3.	Taat pada orangtua, Guru dan yang maha kuasa<br />
4.	Tekun<br />
5.	Baik hati</p>
<p>Inti ajaran Jen ini → manusia sebagai kelompok.</p>
<p>Menurut Confusius ada 5 hal hubungan antar manusia yaitu :<br />
1.	Hubungan penguasa dengan rakyatnya<br />
2.	Hubungan antara yang lebih tua dengan yang lebih muda<br />
3.	Hubungan antara ????? dengan anak<br />
4.	Hubungan antara suami dengan isteri<br />
5.	Hubungan antara sesama teman.</p>
<p>Dalam Confusius hubungan yang utama adalah hubungan keluarga, maksud dalam keluarga sudah tercapai keseimbangan dan harmoni, maka dikehendaki tercapai pula dalam masyarakat.<br />
Ciri Hakekat dalam kebudayaan Cina menurut Northrop :<br />
”Rasa kekeluargaan yang sangat kuat”. Contoh : ?????</p>
<p>2.	Yin<br />
Yin diartikan sebagai kesamaan dan keadilan. Yin diartikan sebagai ikatan yang memustahilkan hubungan acuh tak acuh terhadap orang lain, artinya manusia mempunyai kepedulian sesamanya, Yin diartikan sifat kolektif → ciri utamanya. Yin mengajarkan Confusius yang berkesimpulan, manusia pada individu karena pengaruh perasaan manusia.<br />
Confusius merupakan ajaran yang humanis, tujuannya adalah kesejahteraan manusia dalam hubungan yang harmonis di dalam masyarakatnya. Pusatnya adalah manusia dan alam</p>
<p>3.	Taoisme<br />
Tao artinya jalan. Secara luas Tao berarti realitas yang absolut yang tak terselami dasar penyebab akal budi. Taoisme terarah pada kenyataan – kenyataan di luar duniawi. Tema utamanya adalah keselarasan manusia dengan Tao dan realisasi dari sesuatu model  Cosmis yang nampak dalam semua benda. Di dalam ajaran Tao manusia harus memiliki kebaikan utama yaitu rendah hati. </p>
<p>26, Oktober 1998<br />
Drs. Amat Asnawi</p>
<p>Abad Pertengahan<br />
↓<br />
                                Dogmatis                     ↔                     Gereja</p>
<p>└ Renaissance<br />
└ Reformasi<br />
└ Pencerahan ( Aufklarung )</p>
<p>	Renaissance merupakan awal dari pikiran – pikiran orang Islam yang bangkit kembali. Renaissance dari bahasa Perancis ± 1840. Muncul dalam pencapaian dari berbagai hal.<br />
•	Seni lukis<br />
•	Seni pahat<br />
•	Arsitektur<br />
•	Sastra<br />
•	Filsafat<br />
•	Sains<br />
•	Teknologi</p>
<p>Perubahan : ─ Ekonomi<br />
	        ─ Politik</p>
<p>Renaissance memberi dasar → peradaban Eropa modern khususnya Itali ± 3 abad.<br />
Tokohnya<br />
o	Dante 		    ( 1265 – 1321 )<br />
o	Francesco Petrarch   ( 1304 – 1374 )<br />
o	Lorenzo de Media    ( 1444 – 1492 )<br />
o	Leonardo da Vinci   ( 1452 – 1519 )<br />
o	Raphael ( 1483 – 1520 )<br />
o	Michelangelo ( 1475 – 1564 )</p>
<p>Klimaks → 1500 di mana Itali menjadi tumpuan bagi Eropa : Kebudayaan, Pemikiran.<br />
Reformasi menjadi tumpuan dari pencerahan.<br />
Reformasi Gereja di jerman → Martin Luther 1517 kemudian mulailah lepas dari kungkungan di kebebasan. </p>
<p>Kemudian di tambah dengan :<br />
─ J.J Rouseau<br />
─ Montesquieu<br />
─ John Locke </p>
<p>Mereka adalah pemikir baru</p>
<p>	Renaissance banyak mendapat sumbangan dari ajaran dan pemikir – pemikir Islam. </p>
<p>Pikiran – pikiran<br />
 26, Oktober 1998</p>
<p>Budhisme</p>
<p>	Terlahir dari jawaban dari penderitaan yang dialami oleh manusia, dalam Budhisme merupakan langkah menuju kebaikan, lalu Dharma, sehingga manusia dapat pencerahan pada dirinya. </p>
<p>	Ketiganya seperti Confusius, Taoisme, Budhisme → intinya pada keseimbangan / harmoni.<br />
	- Confusius  keseimbangan antara manusia<br />
	- Taoisme     keseimbangan manusia dengan alam<br />
	- Budhisme  keseimbangan manusia dengan Penciptanya ( yang mutlak )</p>
<p>Islam</p>
<p>	─ Baghdad	→ di Irak<br />
	─ Cordoba	→ di Spanyol ( Andalusia ) Semenanjung Iberia.<br />
	─ Kairo	→ di Mesir</p>
<p>	Periode Rasulullah 571 M – 611 M Mekkah dan Madinah</p>
<p>1.	Abu Bakar<br />
2.	Umar<br />
3.	Ustman<br />
4.	Ali</p>
<p>Setelah itu muncul Dinasti<br />
Dinasti → Muncul pemerintahan Geneologis<br />
─ Dalla<br />
─ Dinasti</p>
<p>Ummayah → di Damsyik ( Syria ) Damaskus, 661 – 750<br />
Abbasiyah → Baghdad, 750 – 1258<br />
Adalusia711 ─ Thariq bin Zaid ─1492 oleh raja – raja Khatolik oleh Ferdinand dan Isabella.</p>
<p>Abdurrahman pelarian dari Ummayah ke Andalusia ( Spanyol ) karena di sana ada cikal bakal orang Islam. </p>
<p>Berpikir bebas menimbulkan pikiran – pikiran bebas dalam pemikiran dari pemikir. Penguasaan bahasa juga mendukung perkembangan pemikiran Islam. </p>
<p>Tokoh – tokoh Islam</p>
<p>Al Farabi 810 – 950 M<br />
Lahir di desa Farab, Transoxania, Turkistan. Pernah di Baghdad di Damaskus. Al Farabi menerjemahkan tulisan Plato, Aristoteles dan juga mengemukakan pendapatnya sendiri teorinya tentang Madinatul. Jadilah dalam bahasa Indonesia. Negara utama, Bahasa Inggris, Model City.</p>
<p>Ibnu Sina ( Avecenna ) ± 980 – 1037 M<br />
	Lahir di Buchara Afghanistan / Rusia. Ia seorang Doktor dan ahli polotik sejak usia 16 tahun bekerja sebagai Tabib  / Doktor pada raja – raja Persia.</p>
<p>	Karya / Buku – bukunya.<br />
o	Al Quran fi Al Tibb.<br />
Karya ini membuat ia cendikiawan kedokteran terkemuka dan dipelajaran disebagian Perguruan Tinggi di Eropa. </p>
<p>o	Siyasaturrajul bahasa Inggris Sosialistik State<br />
Tentang negara sosialistik berdasar pada kekeluargaan.</p>
<p>o	Al Ghazali.<br />
Di dalam buku bahasa Inggris ( Al Gazed ) 1058 – 1111 M. Seorang pemikir / filusufi dan tasawuf / keyakinan, menyebar pemikiran sebebasnya. Lahir di Thus → Persia ( Iran ). Seorang sufi dan tasawuf dan pemikir besar yang mengemukakan pemikirannya :<br />
─ Siyasatul Akhlaq ( Ethicak State ) negara yang bermoral. Di Eropa disebut Al Gazel, yang sering dibandingkan denngan Thomas Aquinas dengan karyanya.</p>
<p>─ Suma Theologia. Tulisannya yang sangat terkenal adalah :<br />
 	Ihya Ulummuddin ( The Living reaffirmation of Islam ) dan kecerdasan yang luar biasa. Sebagai ahli filsafat dan kesadaran dari ahli tasawuf, dan memberikan bakti yang luar biasa pula dalam metafisika dan theologi.</p>
<p>Filsafat    	+	   Theologia</p>
<p>		       Akhlak </p>
<p>Ia mengutamakan akhlak antara rakyat dan penguasa supaya Negara dalam kehidupan yang makmur.</p>
<p>o	Ibnu Rusyid<br />
Di Eropa dikenal dengan nama Averoes ia lahir di Cordoba, bekerja sebagai Tabib Istana dan Hakim di Andalusia ( Spanyol, Maroko ). Sebagian buku karangannya telah musnah, sebagian masih tinggal berupa terjemahan dalam bahasa Ibrani dan bahasa latin ?????? dengan terjemah. Ini paham Ibnu Rusyid tersebar di beberapa Perguruan Tinggi di Eropa. Salah satunya teorinya yang terkenal asalah : Al Jumhuriyah Wal akam ( Negara Demokrasi / Democratic State ).</p>
<p>o	Ibnu Khaldun<br />
Lahir di Tunis. Seorang Sosiologi Politikus, dan terkenal dengan teori “Al Ashabiyah wal Iqtidad”. Yang secara populer dinamakan “Welfare State / Negara Kemakmuran”. Bukunya antara lain Prolegmena, yaitu pendahuluan, bukunya yaitu sejarah alam semesta. Ibnu Khaldun tersohor pula karena pandangannya yang sangat berbobot dalam filsafat sejarah. Charles Issawi menerjemahkan pilihan dari muqqadimmahnya Ibnu Khaldun kedalam bahasa Inggris yang diberi judul An Arab Philosophy of History. Issawi mengutip penghargaan  filsafat Ibnu Khaldun itu dari dalam sejarah dan filsafat sejarah yang terkenal<br />
Arnold J. Toynbe.<br />
Ia mengemukakan dalam buku A study of History. Volume III bahwa Ibnu Khaldun berani mengeluarkan pemikiran – pemikiran baru yang kemudian dinamakan The The Methodes of Historical research / cara – cara tentang penyelidikan sejarah. </p>
<p>o	Al Razi ( Rhazes ) 865 – 925<br />
Hasil pemikiran Al Razi tentang kimia dihimpun dalam Book of Secrets. Setelah melalui beberapa penggarapan buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad ke – 12. Oleh Gerand of  ?????                       terjemahan ini menjadi sumber utama dalam ilmu kimia sampai abad 14. Karyanya yang sangat penting Al Hawi. Sebuah buku uang sangat kompeherensif dan pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh seorang Sisilia yang bernama Faraj bin Salim ( Yahudi ), menerjemahkan karya Razei atas bantuan raja Charles I dari Anjor, dengan judul “Continus”  buku tersebut berulang – ulang dicetak lagi setelah tahun 1486 dan cetakan yang ke 1542.<br />
	Buku ini dianggap sebagai ensiklopedi pada saat itu mengenai informasi medis kedokteran. Hasil karya bidang medis ini berabad – abad mempunyai pemikiran di Barat. </p>
<p>1.	Di dalam dunia Islam terjadi keleluasan berfikir ( semua boleh kecuali yang dilarang ) ( artinya bebas ) pikiran tidak hanya keagamaan tetapi ilmu lain.<br />
2.	Penguasaan bahasa yang luar biasa bagi Arab. Maksudnya tidak saja bahasa Arab tetapi bahasa Yunani, Romawi, Persia dan lain – lain sebagai kunci pengembangan ilmu.<br />
3.	Kemampuan menggali yang klasik seperti : Yunani, Romawi, Persia dan Mesir. Di dalam buku Ibu Sina tentang medis yang banyak diperlukan dalam dunia ilmu pengetahuan dalam bahasa latin, lalu bahasa Inggris. Dalam abad – 17 buku Ibnu Sina masih utama dalam medis dan menjadi buku rujukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=27&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/sejarah-intelektual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasionalitas Kebudayaan dan Sejarah Intelektual</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/rasionalitas-kebudayaan-dan-sejarah-intelektual/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/rasionalitas-kebudayaan-dan-sejarah-intelektual/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Rasionalitas Kebudayaan dan Sejarah Intelektual Ignas Kleden PENGANTAR REDAKSI Surat Budaya dari Palmerah Lembaran budaya Bentara yang ada di tangan Anda saat ini dimaksudkan untuk menjadi ajang pertemuan berbagai gagasan kebudayaan-sesuatu yang dikonstatasi absen selama puluhan tahun dalam proses pembodohan rezim Orde Baru. Direncanakan, lembaran budaya Bentara bisa terbit sekali sebulan pada setiap minggu pertama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=25&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasionalitas Kebudayaan dan Sejarah Intelektual<br />
Ignas Kleden</p>
<p>PENGANTAR REDAKSI<br />
Surat Budaya dari Palmerah</p>
<p>Lembaran budaya Bentara yang ada di tangan Anda saat ini dimaksudkan untuk menjadi ajang pertemuan berbagai gagasan kebudayaan-sesuatu yang dikonstatasi absen selama puluhan tahun dalam proses pembodohan rezim Orde Baru. Direncanakan, lembaran budaya Bentara bisa terbit sekali sebulan pada setiap minggu pertama.<br />
Untuk edisi perdana ini, ditampilkan telaah pemikiran Tan Malaka oleh Dr Ignas Kleden. Kemudian juga tentang gagasan-gagasan ahli semiotik yang pemikiran-pemikirannya banyak mempengaruhi para pemikir postmodernis, yaitu Umberto Eco. Telaah mengenai Eco ditulis oleh pencinta kesenian Nirwan Ahmad Arsuka. Sedangkan wartawan sekaligus seniman Syu&#8217;bah Asa menulis tentang Rendra, dalam perspektif yang cukup berbeda dari tulisan-tulisan yang pernah ada.<br />
Tak ketinggalan, untuk ikut menyemaikan kehidupan dunia perpuisian di Indonesia, dalam lembaran ini secara rutin akan ditampilkan rubrik puisi. Rubrik ini diasuh oleh presiden-maksudnya penyair yang diberi gelar &#8220;Presiden Penyair Indonesia&#8221;-Sutardji Calzoum Bachri. Selamat membaca.<br />
Redaksi<br />
BANYAK tokoh nasional semasa Tan Malaka adalah pemikir serius dan penulis yang piawai. Mereka meninggalkan berbagai karya tulis yang sampai hari ini pun dapat dibaca dengan bermanfaat. Pamflet politik (seperti Perjuangan Kita oleh Sjahrir), teks untuk pengajaran di universitas (seperti Pengantar ke Jalan Ekonomi Sosiologi oleh Hatta), naskah untuk pendidikan politik (seperti Sarinah oleh Soekarno), atau berbagai uraian tentang pendidikan nasional (seperti ditulis oleh Ki Hadjar Dewantara) adalah bahan-bahan yang menjadi batu-sendi sejarah intelektual Indonesia.<br />
Sekali pun demikian, di antara semua mereka barangkali hanya Tan Malaka seorang diri yang menulis sebuah traktat lengkap yang komprehensif tentang ideologi yang dianut dan dibelanya. Dengan sedikit berlebihan dapatlah dikatakan bahwa Madilog: Materialisme, Dialektika, Logika, telah ditulis oleh Tan Malaka untuk menguji paham-paham tersebut atas cara yang sama luas dan sama ketatnya seperti, misalnya, Karl Popper menulis The Open Society and Its Enemies untuk menjelaskan, mempertahankan dan menguji ideologi demokrasi liberal, atau Karl Kautsky menulis Die Materialistische Geschichtsauffassung (1927), yang dianggap interpretasi materialistis terlengkap tentang sejarah pada saat terbitnya, meski pun buku itu kurang populer di kalangan Marxis sendiri sebagai akibat konflik antara Kautsky dan Lenin, setelah Kautsky mengritik Revolusi Oktober 1917 di Rusia.<br />
Tentulah hasil akhir yang sampai ke tangan pembaca cukup berbeda. Karl Popper menulis bukunya sebagai dosen filsafat di sebuah universitas di Selandia Baru, ditunjang oleh perpustakaan universitas dan lingkungan akademis (meskipun Popper dan istrinya hidup serba sederhana di sebuah tempat yang mereka namakan half-way to the moon). Sementara itu Tan Malaka menulis karyanya dalam pelarian dan persembunyian, dan hanya sanggup mengutip berbagai sumber dari luar-kepala dengan menggunakan teknik jembatan-keledai sebagai file dalam ingatannya. Atau seperti dengan plastis dilukiskan pengarangnya sendiri: &#8220;Pena merayap di atas kertas dekat Cililitan, di bawah sayap pesawat Jepang yang setiap hari mendengungkan kecerobohannya di atas pondok saya. Madilog ikut lari bersembunyi ke Bajah, Banten, ikut pergi mengantarkan romusha ke Jawa Tengah dan ikut menggeleng-gelengkan kepala memperhatikan proklamasi Republik Indonesia. Terakhir sekali ikut pula ditangkap di Surabaya bersama pengarangnya, sehubungan kasus Tan Malaka palsu&#8230; bahkan hampir saja Madilog hilang.&#8221;<br />
Betapa pun berbedanya lingkungan dan suasana penulisan, dalam satu hal baik Tan Malaka maupun Karl Popper memperlihatkan satu keyakinan yang sama. Yaitu bahwa suatu paham politik yang kuat dan ideologi yang dianut luas, selayaknya berdiri di atas epistemologi politik yang dapat dipertanggungjawabkan sampai ke dasar yang sedalam-dalamnya, dan diuji konsekuensi-konsekuensinya sampai batas yang terjauh. Tentulah beberapa uraian dalam Madilog sekarang dapat dipertanyakan kembali karena argumen ilmiah yang digunakannya berasal dari tahap perkembangan ilmu pengetahuan 60 atau 70 tahun lalu, saat pendaratan manusia di bulan masih diterima sebagai science fiction belaka dan teleskop berdiameter 2,5 meter masih dianggap teknologi puncak untuk penelitian ilmu astronomi.<br />
Tan Malaka belum dapat membayangkan penerbangan Apollo 11 hanya dalam waktu seminggu sehari (tepatnya 8,1 hari atau 195 jam) dari Bumi ke Bulan, dan mencoba mereka-reka perhitungannya sendiri. Menurut dia, dengan jarak antara Bumi dan Bulan sejauh 250.000 mil atau 400.000 km maka sebuah pesawat terbang dengan kecepatan 400 mil (atau 640 km) per jam dan dapat terbang nonstop, akan mendarat di Bulan setelah penerbangan dari Bumi selama 3,5 minggu (tepatnya 26 hari). Sekali pun demikian, prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan asas-asas filsafat yang digunakannya masih dapat dibenarkan hingga hari ini.<br />
Tanpa harus menerima filsafat materialisme yang dibelanya, pembaca yang kritis dapat mempelajari berbagai persyaratan fisik-materil yang diajukannya agar supaya ada kehidupan di alam semesta ini. Nalar yang dikembangkannya adalah jelas, sederhana dan sistematis (walaupun bahasanya masif karena dia memakai cara berargumentasi yang sangat arsitektonis), sehingga tidak mustahil dapat dipahami bahkan oleh orang-orang yang mentah-mentah menampik paham materialisme. Demikianlah, pertanyaan tentang apakah ada kehidupan di planet lain selain di Bumi kita ini, menurut Tan Malaka, bukanlah pertanyaan yang mengandung misteri yang penuh rahasia. Pertanyaan tersebut dapat dijawab kalau dapat ditetapkan dua hal terlebih dahulu. Pertama, apakah yang menjadi syarat-syarat secara fisik-materil supaya ada kehidupan? Kedua, bagaimana keadaan di suatu planet, dan apakah keadaan di sana memenuhi persyaratan hidup?<br />
Kalau direkonstruksikan maka syarat-syarat fisik-materil supaya ada kehidupan, menurut Tan Malaka, adalah sebagai berikut. 1) Suhu tidak boleh lebih dari 65,5 derajat Celcius atau 150 derajat Fahrenheit, yang berarti jarak sebuah planet dari Matahari tidak boleh terlalu jauh atau terlalu dekat; 2) Ada cukup air baik dalam udara maupun di tanah; 3) Cukup sinar Matahari agar dapat terjadi pengambilan karbon dari CO2 dalam udara dan pembuangan O2 ke udara. Adanya karbon (C) dan oksigen (O) perlu untuk terjadinya pembakaran yang menimbulkan tenaga pada hewan dan manusia; 4) Ada lapisan ozon (O3) untuk menyaring sinar gelombang pendek yang dapat membahayakan mata manusia; 5) Ukuran suatu planet tidak boleh jauh lebih besar atau jauh lebih kecil dari besarnya Bumi kita. Planet yang terlalu kecil mempunyai gravitasi yang terlalu kecil sehingga segala zat/ unsur/elemen akan mudah lolos ke luar planet. Kalau ukuran planet terlalu besar maka terlalu banyak zat/unsur/elemen yang diikat oleh daya-tarik planet itu sehingga akan ada terlalu banyak udara dan air. Atom hidrogen yang bersatu dengan unsur lainnya akan menimbulkan terlalu banyak amoniak dan zat beracun; 6) Tersedia cukup karbohidrat (seperti tepung dan gula), lemak dan minyak serta protein: 7) Ada cukup zat beracun dalam ukuran yang tidak membahayakan.<br />
Sampai di sini mungkin ada pembaca yang barangkali berkeberatan bahwa syarat-syarat di planet lain bisa saja berbeda dari syarat-syarat hidup yang ada di Bumi sehingga sekalipun syarat-syarat hidup di Bumi ini tidak terdapat di planet lain ada kemungkinan terdapat mahluk hidup yang lain jenisnya. Terhadap keberatan ini Tan Malaka sudah menyiapkan jawabannya. Menurut pendapatnya, ilmu pengetahuan sudah menemukan dan membuktikan bahwa 92 zat/unsur/elemen yang ada di Bumi terdapat pula di planet lain bahkan juga di planet-planet dari sistem Matahari yang lain. Demikian pun diketahui juga bahwa semua zat itu bersatu dan berpisah, tarik-menarik dan tolak-menolak dengan hukum yang sama seperti antara zat-zat yang ada di Bumi.<br />
Selain itu sudah diketahui pula bahwa zat-zat atau unsur-unsur tersebut dapat diikat pada suatu planet atau dapat terlepas dari planet bersangkutan. Para ahli telah menghitung dengan teliti bahwa terikatnya suatu zat (misalnya oksigen) pada suatu planet (misalnya Bumi kita) tergantung kepada apa yang dinamakan velocity of escape, yaitu kecepatan gerak dan tenaga yang dibutuhkan untuk dapat bebas dari gravitasi Bumi atau gravitasi planet lain. Istilah velocity of escape diterjemahkan oleh Tan Malaka menjadi kecepatan-lolos, sedangkan Dr Karlina Leksono mengatakan bahwa istilah yang dipakai dalam bahasa Indonesia astronomi adalah kecepatan-lepas. Untuk setia kepada teks Tan Malaka, uraian di sini akan tetap mempertahankan istilah kecepatan-lolos. Dengan demikian sebuah peluru yang ditembakkan ke udara dengan tenaga yang melebihi kecepatan-lolos Bumi kita (yaitu 7,1 mil per detik) tidak akan kembali lagi ke Bumi tetapi akan mencapai ketinggian tak terbatas.<br />
Perhitungan yang dibuat oleh Sir James Jeans dan dikutip oleh Tan Malaka menunjukkan perbandingan antara kecepatan-lolos dan kecepatan gerak molekul. Semakin besar kecepatan-lolos, semakin sulit suatu atom di Bumi lepas dari daya gravitasi Bumi. Sebagai contoh, kecepatan-lolos di Bumi kita adalah 7,1 mil per detik atau 11,3 km per detik. Kalau kecepatan lolos di Bumi kita, misalnya, 5 kali kecepatan gerak molekul, maka dibutuhkan 25 milyar tahun supaya udara di Bumi ini habis. Ternyata, kecepatan-lolos di Bumi kita adalah 7,1 mil per detik, sedangkan kecepatan molekul oksigen adalah 0,2 mil per detik atau hampir 36 kali. Dengan demikian udara Bumi praktis tidak akan habis menurut perhitungan waktu manusia.<br />
Dengan beberapa pengetahuan tersebut sebagai dasar dapatlah diperkirakan dengan cukup pasti ada-tidaknya kehidupan di planet lain. Yupiter misalnya, mempunyai ukuran massa yang jauh lebih besar dari Bumi kita (yaitu 317 kali besarnya bumi). Kecepatan-lolos sangat tinggi, yaitu 38 mil/detik. Akibatnya terlalu banyak zat yang terikat oleh gravitasinya. Udara menjadi terlalu banyak, sedangkan udara itu tidak mengandung O dan CO2. Banyaknya atom H yang bercampur dengan zat lain menimbulkan terlalu banyak amoniak dan paya yang beracun. Suhu di tempat yang terdingin adalah 140 derajat Celsius di bawah nol. Kondisi itu jelas tidak memungkinkan kehidupan.<br />
Merkurius yang paling dekat dengan Matahari mempunyai suhu pada bidang yang menghadap ke Matahari hingga 400 derajat Celcius, dan tidak bisa mengikat CO2 dan O. Kedua keadaan itu saja membuat kehidupan apa pun akan mustahil.<br />
Setelah memberikan uraian ilmiah tentang ada-tidaknya kehidupan di planet lain, Tan Malaka kembali ke pertanyaan filsafat: Apakah hidup itu pada hakikatnya? Dari pandangan materialistis kehidupan didefinisikannya sebagai &#8220;tenaga yang bisa mengubah zat asli menjadi zat badannya sebagai hasil penyesuaian badan dan fungsinya terhadap perubahan lingkungan.&#8221; Di sini kelihatan kehidupan dikendalikan dari empat koordinat yang mempunyai hubungan timbal-balik, yaitu lingkungan, organisme, fungsi dan adaptasi. Para ahli biologi selalu berdebat tentang bagaimana gerangan hubungan di antara satu koordinat dengan koordinat lainnya. Tan Malaka merujuk kepada tiga pandangan utama dalam perdebatan itu.<br />
Pertama, pandangan bahwa organisme ditentukan semata-mata oleh lingkungannya. Anggota badan hewan dan manusia dibentuk oleh lingkungan selama sejarah perkembangan suatu spesies. Pandangan ini dianut oleh Lamarck dan pengikut-pengikutnya. Kedua, pandangan bahwa organisme itu sendirilah yang menentukan perkembangannya sendiri tanpa dipengaruhi lingkungan, berdasarkan prinsip predeterminasi. Ketiga, lingkungan membantu membentuk suatu organisme berdasarkan prinsip survival of the fittest. Ini artinya anggota badan suatu organisme yang cocok dengan lingkungan baru akan bertahan, sedangkan anggota yang gagal menyesuaikan diri akan punah. Inilah inti teori Darwin. Uniknya, Tan Malaka yang demikian percaya kepada materialisme lebih menerima pandangan Darwin daripada Lamarck, dan dengan itu secara tak langsung merelatifkan sedikit kekuatan lingkungan fisik-materil dalam mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme. Apakah ini berarti dia menyadari risiko determinsme dalam paham Lamarck, tidak dapat disimpulkan begitu saja dari teks bukunya ini.<br />
Seluruh uraian Tan Malaka tentang evolusi kehidupan memang bersifat materialistis. Misalnya diterangkannya bahwa zat-zat yang amat penting untuk kehidupan seperti lemak dan protein sebetulnya berasal dari zat yang lebih tua yaitu karbon. Sedangkan timbulnya karbon berhubung dengan pembentukan sebuah bintang atau planet dari glowing gas (gas bernyala) yang kemudian padam dan meninggalkan arangnya. Dalam pembicaraan dengan Dr Karlina Leksono saya mendapat penjelasan bahwa pandangan Tan Malaka tersebut amat modern, juga kalau ditinjau dari tingkat perkembangan ilmu astronomi sekarang.<br />
Tujuan dari uraian semacam ini, seperti dikemukakannya berulang kali, adalah untuk mengubah pandangan dunia banyak komunitas di Indonesia yang berdasarkan kegaiban. Oleh karena itulah, materialisme Tan Malaka bukanlah pertama-tama propaganda pro kebendaan, melainkan lebih merupakan kampanye anti-mistifikasi pandangan-dunia yang jauh menghunjam dalam berbagai kelompok budaya di Indonesia. Paham ini diperlakukannya lebih sebagai sarana filsafat untuk menentang dan mengikis kesukaan kepada yang serba gaib, dan berfungsi sebagai kritik kebudayaan dan bukannya usul untuk suatu ontologi. Hal ini penting karena tidak banyak gunanya kita mempunyai beberapa doktor fisika nuklir dengan otak yang cemerlang, tetapi sikap hidup dan tingkah lakunya masih dikendalikan oleh tahyul.<br />
Hal ini, dengan cara lain, telah dikatakan juga oleh Karl Popper, bahwa ketidak-mampuan orang untuk menjelaskan gejala alam dan gejala masyarakat secara empiris dan rasional, akan membawa orang kepada metafisika. Dalam pengertian Popper, metafisika adalah pernyataan yang hanya dapat diterima atau ditolak tetapi tidak dapat dibuktikan benar-salahnya. Masalahnya adalah bahwa semakin kurang orang berusaha dan berjuang untuk membuktikan sesuatu, semakin mudah pula dia berpegang pada kepercayaan-kepercayaan gaib, yang membuatnya menjadi tertutup dan keras terhadap kepercayaan lainnya. Perlu dikemukakan bahwa Popper tidak menolak metafisika dalam pengertian ini (yang jelas berbeda sekali dari metafisika dalam pengertian Aristoteles atau Thomas Aquinas). Yang ditegaskannya hanyalah bahwa soal-soal metafisika tidak dapat dipecahkan secara ilmiah, karena ilmu pengetahuan bekerja dengan pembuktian melalui metode-metode yang menguji logika penelitian dan realitas bahan penelitian. Tuduhan bahwa dengan cara itu Popper telah terjebak ke dalam positivisme tidak akan dibahas dalam uraian ini.<br />
Dengan seluruh uraiannya yang jelas dan jernih Tan Malaka, pada hemat saya, tetap belum menjawab sebuah pertanyaan filsafat yang amat penting: bagaimana menerangkan bahwa dari sebuah zat mati kemudian dapat muncul kehidupan? Dapatkah para ahli kimia pada zaman sekarang dengan bahan-bahan kimia dan peralatan yang ada menciptakan campuran unsur-unsur yang menghasilkan sebatang rumput hidup atau seekor anak kelinci? Karbon memang dapat menghasilkan lemak, dan lemak kemudian menghasilkan protein dan protein kemudian menghasilkan telur, &#8211; semua ini diuraikan dengan amat baik oleh Tan Malaka. Akan tetapi nampaknya dia terhenyak juga ketika harus menjawab pertanyaan: apakah telur itu merupakan benda mati atau mahluk hidup? Pertanyaan ini tidak dijawabnya secara materil tetapi dijawabnya secara formal dengan mengatakan bahwa masalah ini merupakan suatu kasus dialektika.<br />
KALAU materialisme adalah isi pandangan hidup yang dibela oleh Tan Malaka maka dialektika dan logika adalah caranya menyusun pandangan hidup yang dianggapnya sesuai dengan materialisme dan ilmu pengetahuan. Sekali pun kedua metode filsafat itu sama-sama bersemi dan lahir dari filsafat Yunani Antik, keduanya mempunyai watak yang bukan saja berbeda tetapi bertentangan. Logika adalah metode filsafat untuk menetapkan identitas. Dalam peribahasa filsafat a thing is not its opposite. Rumusnya A tidak mungkin = bukan A. Ini disebabkan karena tugas logika adalah menyingkirkan kontradiksi atau oleh Popper dinamakan error elimination. Dalam arti itu logika dengan jelas membedakan kuantitas dari yang bukan kuantitas (misalnya kualitas). Dalam pengertian logis kuantitas tidak mungkin sama dengan yang bukan kuantitas (A tidak mungkin = bukan A).<br />
Dalam dialektika prinsip itu justru dibalikkan sama sekali. Dalam dialektika kontradiksi tidak disingkirkan tetapi justru diperkuat dan diaktifkan. Dalam dialektika sangat mungkin kuantitas dapat berubah menjadi kualitas, seperti halnya massa dapat berubah menjadi energi. Air dalam panci adalah suatu kuantitas yang diketahui ukurannya, tetapi setelah dipanaskan sampai 100 derajat Celcius maka muncul uap yang bukan lagi kuantitas melainkan kualitas. Contoh yang diberikan oleh Tan Malaka adalah pertempuran antara pasukan berkuda Napoleon dan pasukan berkuda Kalmuk. Lima tentara berkuda Napoleon kira-kira seimbang kekuatannya dengan lima tentara berkuda Kalmuk. Sepuluh tentara Napoleon sudah dapat mengalahkan lima belas tentara berkuda Kalmuk, sedangkan 1.000 tentara berkuda Napoleon sudah dapat memukul mundur 10.000 tentara berkuda Kalmuk. Hal ini terjadi karena penambahan jumlah tentara pada Napoleon sekaligus berarti peningkatan kualitas, sedangkan penambahan pasukan berkuda Kalmuk hanya berarti peningkatan kuantitas.<br />
Jelas bahwa kedua metode ini sama-sama diperlukan dalam ilmu pengetahuan. Logika menentukan misalnya bahwa ilmu pengetahuan berdiri di atas sekurang-kurangnya tiga syarat. Yaitu 1) pengertian yang akurat; 2) adanya bukti-bukti yang tersusun secara sistematis dan 3) kemungkinan untuk melakukan penyederhanaan melalui generalisasi. Selanjutnya generalisasi ini kemudian memungkinkan dua prosedur, yaitu deduksi (yaitu generalisasi dari atas) dan induksi (yaitu generalisasi dari bawah). Sementara itu adanya pengertian yang akurat dan adanya bukti-bukti, memungkinkan verifikasi (kalau bukti yang ada mendukug suatu pernyataan) dan falsifikasi (kalau bukti yang ada menyangkal suatu pernyataan). Adapun seluruh syarat-syarat silogisme disusun untuk menentukan sifat suatu pernyataan dan ada tidaknya pertentangan antara pernyataan yang satu dengan pernyataan lainnya.<br />
Tentulah tidak mungkin menguraikan secara rinci peraturan silogisme secara memadai dalam ruangan yang amat terbatas ini. Sekali pun demikian, patutlah dicatat bahwa Tan Malaka telah membicarakan logika dengan contoh-contoh yang demikian hidup dan praktis, sehingga peraturan-peraturan silogisme yang terkenal kering itu menjadi sangat hidup dalam uraiannya. Kepandaian Tan Malaka bukan hanya terletak pada penguasaan dalil-dalil logika dan peraturan silogisme, tetapi keterampilannya menerapkannya dalam contoh-contoh yang diambil dari berbagai kebudayaan di Tanah Air kita, dan dengan cara itu melakukan suatu kritik logis terhadap berbagai kebiasaan berbahasa dan kebiasaan berbahasa dan berpikir dalam berbagai komunitas. Hal ini menjadi lebih menarik tatkala dia menguraikan berbagai kesalahan berpikir yang biasa dilakukan. Dua contoh saja dikemukakan di sini. Menurut Tan Malaka para politisi biasanya menggunakan kesalahan atau penipuan logis yang dinamakan ignoratio elenchi. Dalam teknik ini jawaban yang diberikan tidak menjawab apa yang ditanyakan tetapi berfungsi membuat pihak yang bertanya kaget, kagum, terpesona atau takut. Wartawan sebuah koran, misalnya, bertanya kepada seorang menteri apakah benar gosip bahwa dia terlibat korupsi Bank Bali. Jawabannya (dengan teknik ignoratio elenchi) adalah: &#8220;Masak kamu tidak tahu siapa saya?&#8221; atau &#8220;Pernah nggak lihat saya meninggalkan sembahyang?&#8221; atau juga &#8220;Kamu saya kasih Rp 1 milyar, kalau bisa bawa dua bukti korupsi saya&#8221;. Semua jawaban itu hanya efektif untuk menimbulkan kesan pada penanya tetapi sama sekali tidak menjawab apa yang ditanyakan.<br />
Hal yang sama dapat dikatakan tentang kesalahan logis lainnya yang dinamakan petitio principii yang dalam bahasa Inggris disebut begging of the question. Kesalahan yang terjadi adalah bahwa apa yang harus dibuktikan, kemudian diambil sebagai bukti. Menurut Tan Malaka, kebiasaan berpikir ini seringkali muncul dalam cara pikir berdasarkan kepercayaan-kepercayaan yang bersifat metafisik. Dalam paham kekuasaan yang berdasarkan kepercayaan tentang pulung atau wangsit, maka pembuktian legitimasi biasanya dilakukan dengan jalan petitio principii atau logika melingkar. Dengan demikian kalau ditanyakan mengapa Ken Arok dapat menjadi raja sekalipun dia berasal dari kalangan sudra, maka dijawab, karena dia mendapat wangsit. Seterusnya, kalau ditanyakan mana buktinya bahwa dia mendapat wangsit, maka dijawab, karena Ken Arok dapat mencapai kekuasaan seorang raja.<br />
Dengan jalan seperti ini secara tak langsung penerapan logika dalam kehidupan sehari-hari membantu mengukur tingkat rasionalitas suatu kebudayaan, dan seberapa jauh suatu kebudayaan dapat menerima dan menyerap ilmu pengetahuan ke dalam dirinya. Di samping itu, logika juga berguna untuk menerobos kebiasaan dalam kebudayaan yang mengunggulkan dan memuliakan yang serba samar, opaque, atau implisit. Ketakutan kepada kejelasan dan watak eksplisit, sangat bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern yang berdiri di atas asas pembuktikan, keberanian membuat proposisi yang seterang mungkin. Karl Popper selalu menekankan bahwa suatu pernyataan ilmiah harus dibuat sejelas dan sesederhana mungkin, sehingga memudahkan orang lain untuk segera melihat baik kebenaran maupun kesalahan yang ada di dalamnya. Kecenderungan kepada yang samar dan implisit, tidak selalu mencerminkan kehati-hatian, tetapi ketakutan untuk melakukan kesalahan dan kesombongan untuk menyembunyikan kesalahan yang mungkin timbul. Dengan kata lain, dipandang dari segi ilmiah, kecenderungan kepada keadaan serba samar, tersirat, dan tidak eksplisit, merupakan tanda ketakutan untuk bertanggung jawab.<br />
Kalau logika dibutuhkan untuk melihat suatu identitas (yaitu jawaban terhadap pertanyaan &#8220;apa itu?&#8221;) maka dialektik dibutuhkan untuk memahami perubahan, yaitu peralihan dari suatu identitas ke identitas lainnya. Baik Hegel maupun Marx memperkenalkan metode ini sebagai suatu metode bekerjanya sejarah. Apa yang dicoba oleh Tan Malaka, adalah menunjukkan bahwa bahkan gejala-gejala alam pun sering bekerja menurut prinsip dialektika. Setiap identitas selalu dihadapkan dengan non-identitas (atau A selalu diperhadapkan dengan bukan A), dan dari pertentangan keduanya muncul identitas baru. Biji padi adalah sebuah tese dalam alam. Identitas ini hilang ketika biji itu bertumbuh menjadi tunas dan kemudian batang padi yang menjadi antitesenya. Sedangkan sintesenya adalah biji pada yang lebih banyak dari beberapa biji yang ditanamkan si petani di sawahnya. Demikian pula jadinya dengan protein yang merupakan suatu tese. Protein sendiri bukanlah suatu makhluk hidup. Protein ini menghilang dalam antitesenya berupa telur, dan sintesanya adalah seekor anak ayam yang merupakan makhluk hidup.<br />
Dilihat dengan cara itu, mungkin berbagai persoalan yang menyakitkan sekarang di Indonesia dapat dilihat dengan cara yang lebih dialektis dan karena itu memberi harapan. Tese di sini adalah stabilitas dan harmoni Orde Baru yang tidak mengizinkan perbedaan dan konflik. Antitese reformasi adalah konflik dan kekerasan yang tidak mengenal kompromi. Sintese yang kita harapkan adalah kemampuan mengelola konflik dalam suatu suasana terbuka yang lebih demokratis. Atau dalam bentuk lainnya, KKN adalah tese budaya politik Orde Baru yang dilindungi oleh otoritarianisme politik. Antitesenya adalah demonstrasi yang tak berkeputusan terhadap setiap dugaan korupsi dalam birokrasi yang disertai oleh semacam otoritarianisme moral dalam masa reformasi. Sintese yang kita harapkan adalah suatu pemerintahan yang terbuka yang memberi akses kepada kontrol sosial secara demokratis.<br />
Tan Malaka sendiri berpendapat bahwa baik logika maupun dialektika harus dipergunakan secara bersamaan, tergantung apa yang hendak diselidiki. Logika adalah metode untuk mengetahui salah satu keadaan yang dipilih untuk diteliti. Sedangkan dialektika dibutuhkan untuk memahami perubahan keadaan tersebut kepada keadaan lainnya.<br />
Saya sendiri berpendapat bahwa penggunaan bersama logika dan dialektika itu dibutuhkan untuk menghindari beberapa risiko. Pertama, kalau pun ada dialektika dalam sejarah dan dalam alam sekali pun, dialektika itu bukanlah suatu proses alamiah yang berjalan dengan sendirinya (secara otomatis-mekanistis). Khususnya dalam perkembangan sosial, dialektika selalu merupakan dialektika manusia sendiri, yang aktif mengatasi persoalannya dan berusaha memperbaiki kondisi hidupnya. Ini berarti kekerasan yang terjadi di Ambon atau Aceh tidak dapat dibiarkan saja sebagai suatu antitese oleh reformasi terhadap politik Orde Baru, yang akan dengan sendirinya menghasilkan sintese berupa kehidupan demokratis yang lebih terbuka. Antitese itu harus diatasi (di-aufheben, menurut Hegel, dalam bentuk pembatalan dari pembatalan atau Negation der Negation) untuk menghasilkan keadaan atau kualitas baru yang dinamakan sintese. Jadi, kalau kekerasan itu dibiarkan begitu saja dan tidak dibatalkan secara sengaja dengan berbagai usaha aktif (seperti misalnya dilakukan oleh Dr Thamrin Tomagola dan kawan-kawannya dalam kasus Ambon), maka kekerasan itu akan membawa kepada kehancuran dan bukannya kepada kehidupan yang lebih demokratis.<br />
Kedua, sekali pun ada faktor-faktor obyektif dalam sejarah yang menggerakan dialektika, proses ini tidak dapat menghilangkan tanggung jawab orang-orang yang terlibat di dalamnya. Ada semacam ketegangan yang selalu timbul antara kekuatan obyektif sejarah dan tanggungjawab moral pelakunya. Kematian atau, lebih tepat, terbunuhnya Marsinah, tak pelak lagi, besar manfaatnya untuk memperkuat gerakan buruh di Indonesia dalam memperjuangan hak-hak mereka yang lebih sesuai dengan keadilan. Sekali pun demikian, pembunuh Marsinah tidak dapat membusung dada bahwa dia telah berjasa menciptakan suatu antitese yang berguna untuk perbaikan nasib buruh. Pada titik itu si pembunuh harus diperlakukan sebagai makhluk moral dan subyek hukum yang wajib memberikan pertanggungjawaban tentang salah-benar perbuatannya, suatu hal yang tidak bisa lagi dilakukan secara dialektis, tetapi hanya dapat diuraikan dan diperiksa secara logis. Pada titik ini dialektika berakhir, dan logika harus diterapkan kembali. Dalam logika, apa yang baik tidak mungkin sama dengan apa yang tidak baik, dan yang jahat tidak mungkin sama dengan yang tidak jahat. Dialektika barulah berfungsi kalau harus dijelaskan bagaimana seorang pembunuh kemudian berubah menjadi seorang pekerja sosial yang penuh pengabdian, atau bagaimana kejahatannya telah medatangkan kebaikan untuk gerakan buruh di Indonesia.<br />
Pentingnya kedudukan logika dalam kehidupan moral ini merupakan suatu lowong besar yang relatif diabaikan dalam buku yang ditulis dengan pengetahuan luas, disiplin yang tinggi, dan kejujuran yang mendalam. Tetapi kekurangan ini barangkali dapat dijelaskan berdasarkan pandangan sejarah Tan Malaka, bahwa baik-buruknya seseorang sangat dipengaruhi oleh situasi sejarah di mana dia hidup. Kalau benar dugaan ini maka di situlah terdapat suatu inkonsistensi besar dalam pemikiran Tan Malaka. Karena, dalam evolusi biologis dia memberikan kebebasan relatif kepada suatu organisme untuk bertahan terhadap lingkungan fisiknya, tetapi dalam evolusi moral dia malahan tidak memberi kebebasan relatif kepada manusia untuk bertahan terhadap sejarahnya.<br />
URAIAN tentang pemikiran Tan Malaka ini dimungkinkan berkat terbitnya kembali buku Madilog pada tahun 1999 oleh Pusat Data Indikator, Jakarta, dengan Pengantar oleh Wasid Soewarto. Penerbitan kembali naskah ini (juga oleh penerbit lain) patut disambut dengan gembira, karena dengan itu ditemukan kembali suatu matarantai penting dalam sejarah intelektual Indonesia, yang untuk waktu yang lama hanya terpendam dalam gudang, atau disembunyikan bawah tanah. Buku seperti ini akan dikutip berkali-kali ditahun-tahun mendatang sebagai buku sumber. Karena itulah penerbitannya perlu didukung oleh editing yang lebih teliti dan profesional.<br />
Berbagai kutipan bahasa asing (Latin, Inggris, Jerman, Belanda) masih penuh dengan kesalahan besar-kecil, yang pastilah akan diteruskan ke generasi pembaca berikut, kalau tidak dibenahi dari sekarang. Ada berbagai kesalahan penulisan kata atau istilah asing. Di sini tidak tidak akan dibicarakan kesalahan-kesalahan bahasa yang sekali pun memerlukan koreksi, tidak terlalu mengganggu pengertian. Namun demikian, ada beberapa kesalahan yang fatal, karena mengganggu seluruh pengertian dalam uraian Tan Malaka.<br />
Konsep dasar dalam filsafat Marx adalah keaktifan manusia, action, Konsep dasar dalam filsafat Marx adalah keaktifan manusia, action, yang dalam bahasa Jerman disebut Taetigkeit. Manusia, dalam pandangan filsafat Marx, bukanlah pertama-tama makhluk yang berpikir seperti diajarkan oleh Aristoteles dan kemudian dipertajam oleh Descartes. Bagi Marx, manusia pertama-tama adalah homo agens, makhluk yang berbuat, bertindak, bekerja (sebagai makhluk yang taetig). Konsep Taetigkeit boleh dikata menjadi fundamen seluruh filsafat Marx. Dalam edisi ini konsep itu berulangkali ditulis sebagai fatigkeit (hlm 134, 135, 136, 137 dan di beberapa halaman lain), yang sayangnya dalam bahasa Jerman tidak mempunyai arti apa pun.<br />
Demikian pula dalil Hegel tentang sejarah &#8212; bahwa sejarah dibentuk oleh ide absolut &#8212; (hlm 46), menurut redaksi penerbitan ini berbunyi: Die absolute Idee macht die Gesichte. Pembaca yang tidak mengenal filsafat Hegel tetapi paham bahasa Jerman akan pusing tujuh keliling membaca kalimat itu. Kekeliruan terjadi karena kata Geschichte yang berarti sejarah ditulis sebagai Gesichte yang merupakan bentuk jamak dari kata das Gesicht, yang berarti muka atau wajah orang. Jadi kutipan sebagaimana tertulis dalam edisi ini berarti: ide absolut menciptakan wajah orang-orang. Karena itulah, untuk edisi berikut pada cetak-ulang nanti sangat dianjurkan agar editor dan penerbit meminta nasihat dan keterangan dari orang-orang yang kompeten. Dengan berbuat demikian, mereka telah menyumbang banyak terhadap keberlanjutan sejarah intelektual di Indonesia, bukan saja dengan dedikasi, tetapi juga dengan kritik dan koreksi.<br />
Akhir kata, tanpa hendak melibatkan rekan dalam kekeliruan yang mungkin masih ada dalam tulisan ini, penulis menyampaikan terimakasih kepada Dr Karlina Leksono, sarjana filsafat dan ahli astronomi, yang telah membantu penulis memahami berbagai argumen astronomi yang telah digunakan oleh Tan Malaka dalam sebuah karya yang amat layak disebut sebagai suatu milestone sejarah intelektual Indonesia.<br />
Ignas Kleden, sosiolog, tinggal di Jakarta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=25&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/10/25/rasionalitas-kebudayaan-dan-sejarah-intelektual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jawaban Sharing Antropologi</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/06/18/jawaban-sharing-antropologi/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/06/18/jawaban-sharing-antropologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 02:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[1. Bagaimana memindai personality dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan dan naluri dalam tindakan manusia? Jawab: Cara memindai personality yang dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan dan naluru dalam tindakan manusia adalah dengan melihat bagaiman proses tindakan itu terbentuk dan bagaimana pola tingkah laku manusia tersebut. Personality yang dibangun atas pilar pengetahuan akan menghasilkan tingkah laku dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=22&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">1.	Bagaimana memindai personality dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan dan naluri dalam tindakan manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawab: Cara memindai personality yang dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan dan naluru dalam tindakan manusia adalah dengan melihat bagaiman proses tindakan itu terbentuk dan bagaimana pola tingkah laku manusia tersebut. Personality yang dibangun atas pilar pengetahuan akan menghasilkan tingkah laku dan hasil yang mantap. Personality yang dibangun atas pilar perasaan akan membentuk tingkah laku manusia yang hanya berlandaskan dengan perasaan dan kemauannya dalam menciptakan hasil dari tingkah lakunya tersebut. Sedangkan personality yang dibangun atas pilar naluri akan menjadikan dirinya bertingkah laku berdasarkan naluri saja layaknya seperti binatang. Sistem pembagian kerja, aktivitas kerjasama serta berkomunikasi dalam kehidupan manusia bukan bersifat naluri. Sehingga menghasilkan pola tindakan yang tidak baik.<span id="more-22"></span></p>
<p style="text-align:justify;">2.	Jelaskan dan mantapkan dengan contoh konkret, bagaimana tiga wujud kebudayaan terpindah pada kebudayaan suatu masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Jawab: Wujud kebudayaan ada tiga yaitu ide atau gagasan, aktivitas atau tindakan dan hasil dari tindakan tersebut. Tiga wujud kebudayaan tersebut terpindah pada kebudayaan suatu masyarakat terlihat pada bagaimana pola piker dari suatu kebudayaan masyarakat tersebut, kegiatan kebudayaan yang dilakukan masyarakat dan bagaimana hasil kebudayaan masyarakat itu terbentuk. Hal ini dapat dilihat dari contoh kebudayaan masyarakat pemahat patung. Mereka memiliki idea tau gagasan dalam hal pembuatan patunga sesuai dengan kebudayaan masyarakat mereka. Kemudian ide itu merekat tuangkan dalam kegiatan mereka membuat pahatan patung. Dan akhirnya hasil dari ide dan tindakan kebudayaan masyarakat mereka menghasilkan patung yang sesuai dengan kebuyaan masyarakat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">3.	Bagaimana kita memaknai konsep migrasi, akulturasi dan asimilasi dalam memahami masyarakat banjar?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawab: Kebudayaan Banjar yang ada sekarang adalah merupakan hasil dari proses evolusi dan kontruksi sosial masyarakat pada kurun waktu yang lampau hampir ribuan tahun. Suku Banjar terbagi 3 subetnis berdasarkan teritorialnya dan unsur pembentuk suku berdasarkan persfeketif kultural dan genetis yang menggambarkan masuknya penduduk pendatang ke wilayah penduduk asli Dayak: Banjar Pahuluan adalah campuran Melayu dan Bukit (Bukit sebagai ciri kelompok), Banjar Batangbanyu adalah campuran Melayu, Maanyan, Lawangan, Bukit dan Jawa (Maanyan sebagai ciri kelompok)Banjar Kuala adalah campuran Melayu, Ngaju, Barangas, Bakumpai, Maanyan, Lawangan, Bukit dan Jawa (Ngaju sebagai ciri kelompok). Orang Banjar Pahuluan dan orang Banjar Batang Bayu pada awalnya lebih dikenal dengan mata pencaharian pertanian. Namun kemudian mereka mengembangkan usaha lain, yaitu usaha kerajinan. Sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk menetap dan tinggal di Banjarmasin yang merupakan ibukota baru dan tempat berdirinya kerajaan Banjar ( Rusli Mar’ie, Antropologi sosial. 2005). Dari hal ini kita dapat melihat bahwa masyarakat banjar terbentuk dari proses migrasi yang artinya perpindahan. Dengan demikian kita memahami bahwa proses terbentuknya masyarakat banjar bukan langsung ada dengan sendirinya melainkan dari proses migrasi. Kemudian masyarakat banjar juga merupakan percampuran antara beberapa subetnis yang membaur dan kemudian menjadi suatu komunitas yang disebut masyarakat banjar. Dengan demikian kita dapat pula memahami bahwa masyarakat banjar merupakan hasil dari akulturasi etnis yang membaur menjadi satu membentuk masyarakat banjar.</p>
<p style="text-align:justify;">4.	Tidak diragukan lagi Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam melimpah ruah, tetapi bagaimana kita memahami dalam pandang kaji kebudayaan, kenapa kekayaan seperti tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawab: Hal seperti ini dapat kita lihat dari bagaimana budaya masyarakat Indonesia itu sebenarnya. Masyarakat Indonesia itu terkenal dengan budaya malas dan hanya menunggu uluran tangan orang lain saja. Oleh karena itu, sebanyak apapun sumber daya alam yang kita miliki apabila budaya masyarakat Indonesia masih seperti ini maka kita tidak akan mendapat tingkat kemakmuran yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">5.	Ditinjau dari kajian teori kebudayaaan, apa penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan” dan penerapan penemuan” baru dalam pembaharuan pendidikan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawab: Menurut C. Kluckhohn ada lima masalah besar dalam kehidupan manusia yang menjadi landasan bagi kerangka variasi sistem nilai budaya diantaranya adalah masalah mengenai hakekat dari karya manusia (MK). Ada ke budayaan yang memandang bahwa karya manusia pada hakekatnya bertujuan untuk memungkinkan hidup. Kebudayaan lain lagi menganggap hakekat dari karya manusia itu memberikan suatu kedudukan yang penuh kehormatan dalam masyarakat. Dalam kebudayaan lain menganggap suatu gerak hidup yang harus menghasilkan lebih banyak karya lagi. Sedangkan guru susah melakukan penemuan atau penerapan penemuan karena guru takut dan malas untuk melakukan penemuan tersebut. Seperti halnya guru takut dalam menulis buku karena ia takut kebodohannya dapat diketahui orang dan orang akan mudah mengoreksi kesalahannya karena lewat buku orang memiliki bukti untuk mengoreksi kesalahan dari penulisan guru tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=22&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/06/18/jawaban-sharing-antropologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA ITU ETNOGRAFI BANJAR?</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/04/11/apa-itu-etnografi-banjar/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/04/11/apa-itu-etnografi-banjar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 11:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[1. PENGERTIAN ETNOGRAFI vvvvvMenurut kamus besar bahasa Indonesia kata Etnografi berarti ilmu pengetahuan mengenai bangsa-bangsa atau suku dan kebudayaan seperti tentang asalnya, pertaliannya dengan yang lain dan adat istiadatnya. Dalam pengertian lain Etnografi juga berarti metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Etnografi berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=9&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">1.  PENGERTIAN ETNOGRAFI</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">vvv<span style="color:#ffffff;">v</span></span><span style="color:#ffffff;">v</span>Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata Etnografi berarti ilmu pengetahuan mengenai bangsa-bangsa atau suku dan kebudayaan seperti tentang asalnya, pertaliannya dengan yang lain dan adat istiadatnya. Dalam pengertian lain Etnografi juga berarti metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Etnografi berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa saja yang membuat manusia melakukan sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">vvvvv</span>Dalam Ensiklopedia Indonesia (ENI) disebutkan etnografi adalah cabang antropologi, merupakan pelukisan dan analisis tentang kebudayaan suatu masyarakat atau suku bangsa. Etnografi biasanya terdiri atas uraian terperinci mengenai aspek cara berperilaku dan cara berpikir yang sudah membaku pada orang yang dipelajari, berupa tulisan, foto, gambar atau film yang berisi laporan atau deskripsi tersebut. Yang dipelajari oleh ahli etnografi adalah unsur kebudayaan suatu masyarakat seperti , bahasa, mata pencaharian, sistem teknologi, organisasi sosial, kesenian , sistem pengetahuan, dan religi1. Bila penulisan yang dilakukan menggambarkan perbandingan antara dua atau lebih kelompok masyarakat, studi perbandingan tersebut disebut etnologi.</p>
<p style="text-align:justify;">2.  ORANG BANJAR</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">vvvvv</span>Suku Banjar adalah penduduk Kalimantan Selatan yang secara historis sebenarnya adalah hasil pembauran yang lama antara suku bangsa Melayu tua (proto Melayu) yang mula-mulanya mendiami daerah ini, dengan suku-suku bangsa yang datang kemudian yaitu melayu muda (deoteru melayu) yang kemudian mendiami daerah pantai dan tepian sungai besar.</p>
<p style="text-align:justify;">3.  ETNOGRAFI BANJAR</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">vvvvv</span>Menurut beberapa uraian singkat diatas dapat kita tarik benang merah tentang apa itu Etnografi  Banjar. Etnografi Banjar dapat diartikan sebagai uraian dan gambaran tentang berbagai macam unsur kebudayaan masyarakat Banjar seperti bahasa, mata pencaharian, sistem teknologi, organisasi sosial, kesenian, sistem pengetahuan, upacara adat, unsur pengobatan dan religi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">vvvvv</span>Etnografi Banjar juga mendeskripsikan bagaimana pola hidup masyarakat Banjar, cara berbicara, bertindak, bertingkah laku dan menghasilkan sesuatu dengan berbagai sudut pandang berdasarkan kajian kebudayaan masyarakat Banjar itu sendiri. Etnografi banjar juga menjelaskan bagaimana perbedaan antara kebudayaan banjar yang menjadi ciri khas masyarakat banjar dengan kebudayaan lain. Dalam kajian Etnografi Banjar ini kita bisa melihat bagaimana kebudayaan masyarakat Banjar itu terbentuk dan berkembang hingga sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan:<br />
1. James P. Sprandley. Metode Etnografi, pengantar dari DR. Amri Marzali MA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=9&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/04/11/apa-itu-etnografi-banjar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANAK KAMPUS JADI POLITIKUS, GIMANA YA&#8230;&#8230;?????</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/03/04/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/03/04/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 05:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/03/04/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tak terasa pemerintahan SBY pada periode ini hampir berakhir. Pada tahun 2009 ini lagi marak-maraknya isu tentang pemilu. Banyak masyarakat yang berusaha ikut terlibat dalam masalah ini. Masing-masing parpol berusaha menunjukkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki. Tanpa terkecuali, mahasiswa pun tak mau ketinggalan untuk ikut terlibat. Kuliah bukanlah suatu halangan bagi mahasiswa untuk berkecimpung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=7&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah tak terasa pemerintahan SBY pada periode ini hampir berakhir. Pada tahun 2009 ini lagi marak-maraknya isu tentang pemilu. Banyak masyarakat yang berusaha ikut terlibat dalam masalah ini. Masing-masing parpol berusaha menunjukkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki.<br />
Tanpa terkecuali, mahasiswa pun tak mau ketinggalan untuk ikut terlibat. Kuliah bukanlah suatu halangan bagi mahasiswa untuk berkecimpung dalam dunia politik. Malah ini merupakan suatu nilai tambah yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Pengalaman yang di dapat sangat bermanfaat untuk kehidupan dimasa depan.<br />
Masyarakat diberikan kebebasan untuk ikut terlibat dalam dunia politik, karena dunia politik ini bersifat terbuka. Apalagi di negara kita ini menganut sistem demokrasi yang mana semuanya diserahkan sepenuhnya kepada  rakyat. Tapi, dalam dunia politik itu tak semua orang mampu menjalaninya dan mengemban amanah. Bahkan untuk seorang mahasiswa pun tentunya harus memiliki kemampuan, keberanian, pengalaman, serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar atas keputusan yang telah diambil.<br />
Dengan maraknya kondisi politik saat ini, memungkinkan banyak orang yang berminat untuk terlibat dalam menduduki kursi pemerintahan. Namun, dikhawatirkan kondisi ini hanya dimanfaatkan sebagai media untuk mencai keuntungan sebagian pihak atau hanya ingin eksis semata.</p>
<p>Mungkin itu yang tergambar dipikiran teman-teman kita, dan tidak semua beranggapan bahwa menjadi caleg adalah sesuatu yang berat.</p>
<p>Bagaimanapun, saat ini memang sangat banyak orang-orang yang berambisi kuat untuk mencoba untuk menduduki kursi pemerintahan. Memang tidak ada salahnya, namun kita tahu bahwa setiap keputusan yang diambil pasti memiliki tanggung jawab tertentu, jadi harus seruus dalam menjalaninya serta walaupun ada persaingan diharapkan menunjukan persaingan yang sehat.<br />
Siapapun yang menang, itulah yang terbaik dan amanah yang diemban bisa dijalankan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=7&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/03/04/anak-kampus-jadi-politikus-gimana-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>strategi pembelajaran</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/17/strategi-pembelajaran/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/17/strategi-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/17/strategi-pembelajaran/</guid>
		<description><![CDATA[STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAl TERPADU A. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan). Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. 1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan Topik/tema 3. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=3&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN<br />
ILMU PENGETAHUAN SOSIAl TERPADU </p>
<p>A.     Perencanaan<br />
Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan). Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini.<br />
1.      Pemetaan Kompetensi Dasar<br />
2.      Penentuan Topik/tema<br />
3.      Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema<br />
4.      Pengembangan Silabus<br />
5.      Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran<br />
Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut ini.<br />
1.   Pemetaan Kompetensi Dasar</p>
<p>Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar bidang kajian IPS per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.<br />
Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan:<br />
1)     mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama; dan<br />
2)     menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.<br />
Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu IPS adalah sebagai berikut.<br />
a.      Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi   yang memiliki potensi untuk dipadukan.<br />
b.      Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri.<br />
c.      Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama, melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja.<br />
d.      Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya.<br />
Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.</p>
<p>Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu<br />
Kelas VII</p>
<p>No.	Geografi	Sosiologi	Ekonomi	Sejarah	Tema<br />
1.	Semester 2<br />
6.1    Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan, dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.	Semester 1<br />
2.3  Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial<br />
2.4  Menguraikan proses interaksi sosial	Semester 2<br />
6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa.<br />
6.2.  Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi, yang meliputi kegiataan  konsumsi, produksi, dan distribusi barang /jasa<br />
6.3. Mendes-kripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlangsungnya proses  produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi	Semester 1<br />
5.1  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha, serta peninggalan-peningalannya<br />
5.2  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peningalannya<br />
5.3  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa	Kegiatan Ekonomi Penduduk<br />
2	Semester 1<br />
1.1  Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan	Semester 1<br />
2.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.	Semester 1<br />
6.2     Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi, yang meliputi kegiataan  konsumsi, produksi, dan distribusi barang /jasa<br />
6.3. Mendes-kripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlangsungnya proses  produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi<br />
6.4.  Menggunakan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan	Semester 2<br />
5.1  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya	Bali sebagai daerah tujuan wisata</p>
<p>Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu<br />
Kelas VIII</p>
<p>No.	Geografi	Sosiologi	Ekonomi	Sejarah	Tema<br />
1	Semester 1<br />
1.2 Mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangan nya<br />
1.4 Mendeskripsikan permasalahan kependudukan dan dampaknya terhadap pembangunan	Semester 1<br />
3.1    Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV/Aids, PSK, dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat<br />
3.2    Mengidentifikasi berbagai usaha pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat	Semester 1<br />
4.1. Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas<br />
Semester 2<br />
7.1. Mendes-kripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan  ekonomi, serta peranan pemerintah dalam upaya penainggulangannya<br />
 	Semester 1<br />
2.1     Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperalisme Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah<br />
 	Penyimpangan Sosial<br />
 	Semester 1<br />
1.1    Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk<br />
 	Semester 2<br />
6.1    Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat	Semester 2<br />
7.1. Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan  ekonomi, serta peranan pemerintah dalam upaya penainggulangannya<br />
7.2. Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia<br />
7.3. Mendes-kripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional	–	Otonomi Daerah</p>
<p>Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu<br />
Kelas IX</p>
<p>No.	Geografi	Sosiologi	Ekonomi	Sejarah	Tema<br />
1	Semester 1<br />
1.1  Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju.<br />
 	Semester 1<br />
3.1    Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat<br />
3.2    Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan.	Semester 1<br />
4.2. Mendes-kripsikan perdagangan internasio-nal dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia	Semester 1<br />
2.1.  Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa politik dan ekonomi Indonesia pasca pengakuan kedaulatan<br />
 	Tenaga Kerja Wanita (TKW)<br />
2	Semester 2<br />
5.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsur-unsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara<br />
5.3Mendeskrip-sikan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera.	Semester 2<br />
7.3    Mengurai-kan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global	Semester 2<br />
7.4    Mendeskripsikan  kerjasama antarnegara di bidang ekonomi<br />
7.5.Mengiden-tifikasi dampak kerjasama antarne-gara terhadap perekonomian Indonesia	Semester 2<br />
7.1    Menjelaskan berakhirnya masa Orde Baru dan lahirnya Reformasi<br />
7.2    Mengurai-kan perkem-bangan lembaga internasi-onal dan peran Indonesia dalam kerjasama interna-sional	Globalisasi</p>
<p>2.      Penentuan Topik/Tema<br />
Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai, langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. Topik/tema  yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Dengan demikian, dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.<br />
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.<br />
a.      Topik, dalam pembelajaran IPS Terpadu, merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.<br />
b.      Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi-kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas, juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik, dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi peserta didik; misalnya, untuk kelas VII disajikan dua contoh topik/tema yaitu: Kegiatan ekonomi penduduk dan Bali sebagai tujuan wisata.<br />
c.      Dalam menentukan topik, isu sentral yang sedang berkembang saat ini, dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Contohnya, Pemberlakuan Otonomi Daerah, Pertumbuhan Industri, Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung, Pasca Gempa Bumi dan Tsunami, Penyakit Folio, Penyakit Busung Lapar, Gempa Bumi di Yogyakarta, Masalah semburan lumpur di Sidoarjo<br />
Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=3&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/17/strategi-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/12/hello-world/</link>
		<comments>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/12/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 07:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwienakbarsaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=1&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwienakbarsaputra.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwienakbarsaputra.wordpress.com&amp;blog=6554330&amp;post=1&amp;subd=erwienakbarsaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwienakbarsaputra.wordpress.com/2009/02/12/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3920c693a248dbbbb2a14ec7855c70f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erwienakbarsaputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
